Ikadin Kepulauan Buton Dukung Prof Otto Hasibuan Jadi Ketum Peradi

162
Mikail Salida (kiri) dan Prof. Otto Hasibuan (Kiri) saat Rapimnas Ikadin di Surabaya beberapa waktu lalu. (FOTO ISTIMEWA)
-Advertisement-

WAKATOBI, Kumparansultra.com- Sejumlah kader dan pengurus cabang Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) mendukung penuh Prof. DR Otto Hasibuan SH menjadi Ketua Umum (Ketum) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) pada Musyawarah Nasional (Munas) 2020 mendatang. Salah satunya datang dari Ikadin Kepulauan Buton.

Ketua DPC Ikadin Kepulauan Buton Mikail Salida SH.CLI mengungkapkan, dukungan penuh sejumlah cabang Ikadin untuk Otto Hasibuan itu terlihat saat penyelenggaraan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Ikadin di Jawa Timur beberapa waktu lalu.

- Advertisement -

“Saat Rapimnas Ikadin di Surabaya 27 September 2019 lalu terlihat antusias sejumlah DPC Ikadin seluruh Indonesia mendukung Prof. Otto Hasibuan SH menjadi Ketum Peradi. Kami juga menjadi salah satu DPC IKadin yang telah menyatakan sikap mendukung di Munas Peradi 2020 nanti,” ungkap Mikail Salida via telepon selulernya, Jumat (4/10/2019).

Mikail Salida yang juga menjabat Plt Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi Kota Baubau ini menjelaskan jika dukungan terhadap advokat Otto Hasibuan sangat beralasan. Otto Hasibuan, diyakini dapat membawa kembali wadah advokat lebih terhormat.

“Peradi Kota Baubau dan DPC Peradi lainnya di Indonesia berkeyakinan Peradi akan lebih terhormat dibawah pimpinan Otto Hasibuan nanti. Kepastian hukum akan lebih sesuai roh undang-undang advokat yang dibentuk diawal masa reformasi. Olehnya DPC Peradi Baubau mendukung Otto Hasibuan kembali calon Ketum Peradi,” pinta Mikail Salida yang pernah menakhodai partai politik besutan Yusril Ihza Mahendra di Kabupaten Wakatobi itu.

Ia mengaku Peradi saat ini masih tetap mendapatkan kepercayaan publik. Hal itu terbukti dengan setiap kali diselenggarakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan Ujian profesi advokt (UPA) yang selalu banjir peserta

“Bulan Agustus 2019 lalu, sekitar 8.000 peserta seluruh Indonesia mengikuti PKPA dan UPA. Ini sebagai salah satu contoh konkrit kelompokkan anggota Peradi,” kata mahasiswa pasca sarjana Universitas As Syafi’iyah Jakarta itu. (adm)

Baca Juga :  La Ode Abdul Faris Bakal Laporkan Hakim PN Wangi-wangi ke Komisi Yudisial

Peliput: Kurniawati

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Advertisement -
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here