PDIP Butur Bergejolak, Abu Hasan Terancam Tersingkir

1249
Bendahara DPC PDIP Butur, La Bia
-Advertisement-

BURANGA, Kumparansultra.com- Internal Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Buton Utara (Butur) jelang Pilkada Butur 2020 mulai bergejolak. Sejumlah pengurus partai telah menggalang kekuatan untuk tampil sebagai calon Ketua DPC PDIP Butur menggantikan Abu Hasan.

Bendahara DPC PDIP Butur, La Bia mengaku sejumlah Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Butur telah mengusulkan sejumlah nama calon ketua DPC ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP. Namun dalam usulan itu, nama Abu Hasan yang kini menjabat sebagai Bupati Butur tak masuk.

“Berdasarkan hasil pleno PAC, nama Abu Hasan tidak diusulkan sebagai calon Ketua DPC PDIP Butur,” kata La Bia saat dihubungi via telepon selularnya, Minggu 30 Juni 2019.

Mantan anggota DPRD Butur itu menyebut sejumlah nama yang masuk bursa ketua DPC, antara lain, Herlin, Jumsir Lambau, Ahmad Afif Darvin, dan La Bia. Namun, keputusan siapa yang akan dipilih sebagai Ketua DPC PDIP Butur tergantung pada DPP.

“Jelasnya usulan itu menunggu persetujuan DPP PDIP,” katanya.

Kata La Bia, tidak masuknya nama Abu Hasan dalam bursa calon Ketua DPC PDIP Butur bukan untuk mengamputasi langkahnya yang akan tampil kembali dalam Pilkada Butur 2020 mendatang. Peluang Abu Hasan untuk mendapatkan rekomendasi PDIP masih terbuka lebar.

“Meskipun dia (Abu Hasan) tidak diusul tapi dia kader dan punya ruang untuk dicalonkan sebagai bupati. Termasuk calon yang lain, punya ruang yang sama,” bebernya.

Aroma perpecahan pada internal DPC PDIP Butur juga mulai mencuat dengan diberhentikannya dua ketua PAC. Dintaranya, Ketua PAC Kecamatan Kambowa, Saleanto dan Ketua PAC Wakorumba Utara, Nasrun.

Kendati begitu, La Bia menepis tudingan perpecahan itu. Menurutnya, kedua ketua PAC itu hanya diberhentikan dari jabatan sebagai ketua bukan dipecat dari posisi sebagai kader PDIP Butur.

Baca Juga :  DPRD Butur Diminta Hearing TKPRD Soal Pembangunan AMP

“Kita hanya rehabilitasi bukan dipecat ya. Jadi kalau Nasrun dan Saleanto itu diganti sebagai ketua PAC, itu dilakukan berdasarkan hasil evaluasi DPD PDIP Sultra,” jelasnya.

“Nasrun tidak dapat menyusun struktur kepengurusan partai dengan baik dan tidak melakukan koordinasi yang baik dengan pengurus lain. Begitu juga Saleanto,” tambahnya.

Seharusnya, lanjut La Bia, kedua Ketua PAC itu tidak boleh mengabaikan aspirasi pengurus lainnya. Dengan begitu, roda organisasi partai bisa berjalan dengan baik. (adm)

Penulis : Ilham

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here