Suara Jokowi di Sultra Anjlok, Nasib Pemekaran Kepton Diujung Tanduk

1014
Gubernur Sultra, Ali Mazi

KENDARI, Kumparansultra.com- KPU Sultra baru saja menuntaskan rekapitulasi hasil Pemilu 2019, tak terkecuali Pilpres, Minggu 12 Maret 2019.

Berdasarkan perolehan suara, pasangan incumbent Joko Widodo-Maruf Amin kalah telak oleh duet Prabowo-Sandiaga Uno di Sulawesi Tenggara.

- Advertisement -

Pasangan nomor urut 2, Prabowo-Sandi memborong 842.117 suara atau 60,25 persen suara pada pencoblosan 17 April lalu. Sementara Jokowi-Maruf hanya meraup 555.664 suara atau 39,75 persen suara.

Anjloknya suara Presiden RI itu di Sultra sepertinya bakal menjadi batu sandung upaya menggolkan pemekaran Provinsi Kepulauan Buton yang getol disuarakan Gubernur Sultra, Ali Mazi.

Hal tersebut disampaikan Ali Mazi di hadapan awak media. Target kemenangan Jokowi di Sultra yang berbanding terbalik dengan fakta membuat dirinya sedikit canggung bersua Presiden RI, Joko Widodo saat ajang Musrenbang Nasional belum lama ini.

Meski menyebut Jokowi sebagai negarawan sejati yang akan tetap konsisten mengakomodir kepentingan rakyat, Ali Mazi menyebut berat mempresure percepatan pemekaran Provinsi Kepton pada orang nomor satu di Indonesia tersebut.

“Malu saya. Yaa mau diapa. Kemarin ketemu (presiden RI) di Musrenbang. Salaman agak berat. Tapi Pak Jokowi tetap senyum,” singkat Ali Mazi mengetahui fakta kekalahan capres jagoannya pada kompetisi Pilpres.

Ali Mazi mengaku berada di posisi yang sulit. Kedepan Ia tentu bakal sulit melakukan bargaining politik dengan Presiden RI, Joko Widodo terkait upaya pemekaran Provinsi Kepton yang telah lama dicita-citakan.

Diakui, kebijakan pemekaran kental dengan nuansa politik. Merosotnya perolehan suara Jokowi-Ma’ruf di Bumi Anoa, otomatis membuat posisi tawar Sultra di pusat menjadi lemah.

“Ya berat. Bagaimana mau sampaikan, Jokowi kalah di Sultra,” ucap Ali Mazi.

Namun demikian, Ali Mazi menyatakan akan tetap mengupayakan lobi pemekaran Provinsi Kepton ke pusat.

Baca Juga :  Warga Kendari Diduga Dukun Dipolisikan Karena Pencabulan

Lantas bagaimana nasib keberanjutan program-program infrastruktur pusat seperti Bendungan Pelosika di Sultra pascaPilpres?, Gubernur Sultra dua periode itu menyatakan tetap optimis.

Program yang telah lama dicanangkan itu dipastikan Ali Mazi tetap berlanjut meski Sultra tak memberi kontribusi positif bagi kemenangan Jokowi pada Pilpres lalu.

“Tetap lanjut. Saya pikir Pak Jokowi seorang negarawan. Program itu pasti kita upayakan tetap jalan. Pelosika. Bendungan Ladongi. Itukan untuk kepentingan masyarakat,” urai Ali Mazi.

Sebagai informasi Bendungan Pelosika berlokasi di Koltim dan Konawe beberapa kali mengalami revisi. Setelah sempat dicoret dari daftar 14 Proyek Strategis Nasional (PSN) Jokowi-JK, Kementrian PUPR menyatakan keberlanjutan agenda pembangunan Bendungan Pelosika saat kunjungan kerja bersama Anggota Komisi V DPR RI di Sultra pada 7 Juni 2018.

Beberapa hal yang menjadi pertimbangan pemerintah tetap meneruskan proyek bernilai triliunan itu adalah kematangan grand desain Bendungan Pelosika. Mulai dari RTRW, ijin prinsip hingga lingkungan yang telah rampung.

Tak hanya itu, manfaat besar bendungan Pelosika sebagai pengendali banjir, irigasi, sumber air baku dan listrik bagi masyarakat Sultra membuat pemerintah batal mencoret proyek tersebut.

Beberapa yang dianulir hanyalah terkait penganggaran. Pembangunan Bendungan Pelosika dibiayai lewat APBN. Bukan lewat skema pinjaman dari investor asal Cina sebagaimana program awal. (adm)

Sumber : Inilahsultra.com

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here