Turis Asing Tumpahkan Perasaan Tentang Festival Budaya Tua Buton

181
Mr. Greg saat menumpahkan perasaannya tentang pesona festival budaya tua Buton saat acara Pekakande-kandea di kompleks perkantoran Takawa, Sabtu 24 Agustus 2019.
-Advertisement-

PASARWAJO, Kumparansultra.com- Sedikitnya 87 turis asing dari 14 negara dibelahan dunia turut menikmati persembahan Festival Budaya Tua Buton 2019. Sepanjang gelaran dari 19 hingga 24 Agustus 2019, tak sedikit pengalaman menarik dan berharga yang mereka peroleh.

Begitulah perasaan Mr. Greg, turis asing asal Australia saat menumpahkan perasaannya didepan tiga perwakilan kementerian RI, Gubenur Sultra, Bupati Buton dan segenap masyarakat yang hadir di acara Pekakande-kandea, di kompleks perkantoran Takawa, Sabtu 24 Agustus 2019.

- Advertisement -

Greg mengaku sangat takjub dan merasa terhormat dengan penyambutan hangat yang dilberikan pemerintah Indonesia terkhusus Kabupaten Buton selama berada di Pasarwajo. Ia dan rekan-rekan peserta Sail Indonesia 2019 merasa sangat terbantu dengan cepatnya akses informasi dari Pemkab Buton.

Seluruh festival yang ditampilkan dengan pakaian tradisional yang berwarna-warni dari budaya Buton diakuinya merupakan sesuatu yang belum pernah Ia saksikan sebelumnya.

“Kami sangat terhormat bisa datang kesini dan mewakili negara kami. Sekembalinya nanti, kami tidak akan hanya menyampaikan ke negara kami mengenai keindahan budaya Buton ini. Melainkan kepada setiap orang yang akan kami temui dimanapun berada bahwa sesuatu yang sangat mengagumkan ada di festival Budaya Tua Buton ini,” katanya.

Miss Shanon, turis asal USA juga menumpahkan hal serupa. Iapun sangat berterima kasih atas pelayanan mengagumkan dari pemerintah Indonesia kepada peserta Sail Indonesia.

Menurutnya, Indonesia adalah negara yang sangat berwarna dan setiap orang yang mereka temui sangat ramah. “Kami suka dengan penyambutannya, kami suka dengan pakaian, makanan dan musik tradisionalnya,” kata Shanon sambil tersenyum.

Kata dia, para peserta sail sudah berada di Buton selama satu minggu. Selama itu pula, pemerintah benar-benar telah menyediakan informasi terkait dengan budaya, tour aspal, tour di desa tenun dan diberi kesempatan belajar musik tradisonal.

Baca Juga :  Buton Fokus Benahi Infrastruktur Ibu Kota

“Kami juga mengunjungi sekolah dan kami disambut dengan tarian. Kami berbagi, kami belajar banyak hal dari perbedaan budaya antar negara terutama dari negara Indonesia yang kami temui ini. Berada disini sungguh menjadi pengalaman yang sangat mengagumkan,” tandas Shanon (adm)

Penulis : Sukri Arianto

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Advertisement -
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here