Wisman dengan 66 Kapal Yacht Bakal Kunjungi Buton

182
Ali Mazi tampak berdiskusi dengan turis asing saat menghadiri festival pesona budaya tua buton
-Advertisement-

PASARWAJO, Kumparansultra.com – Festival Pesona Budaya Tua Buton merupakan event daerah namun menarik minat para wisatawan dari berbagai Negara. Ketertarikan para wisatawan mancanegara (Wisman) terlihat dengan banyaknya kapal-kapal yacht yang membuang sauh di teluk Pasarwajo guna menyaksikan langsung pagelaran yang pertama kali diprakarsai oleh mantan Bupati Buton, Samsu Umar Abdul Samiun.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buton, La Ode Zainuddin Napa mengungkapkan setiap tahunnya pada penyelenggaran Festival Budaya Tua kapal-kapal yacht yang berlabuh di teluk Pasarwajo sangat antusias dan menyatakan kesenangan mereka dengan pesona kekayaan budaya dan wisata Buton.

- Advertisement -

Ketika berkunjung di Buton, kata Zainuddin Napa, para wisatawan itu membuat terstimoni dengan tulisan tangan menyatakan kegembiraan mereka dalam menyaksikan budaya di Buton.

“Dan itu adalah gambaran bahwa Festival Pesona Budaya Tua dilaksanakan dalam skala daerah namun telah diakui secara internasonal,” kata Mantan Kepala Kantor Penghubung Buton dengan nada bangga.

“Tahun lalu tercatat 38 kapal yacht yang berasal dari 9 negara merapat ke Pasarwajo. Tahun ini sudah ada 66 kapal yacht yang telah mengkonfirmasi pihak Pariwisata, menyampaikan kehadiran mereka untuk berlabuh di Pasarwajo guna menyaksikan Festival Budaya Tua Buton,” kata Zainuddin Napa.

Di Buton, para Wisman itu kata Uddin sapaan Zainuddin Napa akan diiukutkan lomba dayung tradisonal. Mereka akan mengayuh koli-koli (sampan Trdisonal Buton).

Mereka juga akan diajak untuk membuat kerajinan tangan dari tanah liat. Khusus kerajinan ini, pengrajinnya sudah langka.

Sehingga akan diundang dalam Festoval Budaya Tua untuk memamerkan sekaligus memperagakan pembuatan kerajinan tangan tersebut.

“Wisman ini juga akan diajak ke tempat penyulingan gula aren. Di sana mereka akan menyaksikan alat penyulingan yang memakai bambu yang setiap ruasnya dilekatkan dengan getah pohon, bukan lem. Ini yang menarik para wisatawan,” urai udin.

Baca Juga :  Alokasi Transportasi Anggota DPRD Buton Rp 8 Juta per Bulan

Menurut Uddin, pernah pihaknya membawa wisman ke tempat penyulingan gula aren itu dan mereka mengatakan alat penyulingan itu pernah dilakukan oleh nenek moyang mereka pada abad ke16. “Makanya ini harus dilestarikan,” tambahnya.

Uddin menuturkan para wisman juga akan diajak keliling melihat aspal, dimana Buton merupakan hasil tambang aspal terbesar di dunia.

Puncaknya nanti wisatawan akan menyaksikan ritual Pekande-kandea, Pedhole-dhole, Tandaki, Posuo serta Tarian Kolosal yang akan digelar pada puncak Acara Festival Pesona Budaya Tua 2019. Para Wisman itu terlibat langsung dan larut dalam semua prosesi festival. Mereka memakai baju dan sarung khas Buton. (adm)

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Advertisement -
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here